MAJUKAN PEREMPUAN, PEMDA DIMINTA IDENTIFIKASI POTENSI SOSIAL

Assalamualaikum, Mari mendukung Menteri Anies Baswedan. Guna menyukseskan program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sejak tiga bulan lalu Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah telah melakukan pemetaan. Sebanyak 12 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), siap menyelenggarakan program tersebut.

Kepala Bidang PNF Disdikpora Kabupaten Jepara, Amin Ayahudi, menyampaikan, saat ini sebanyak 12 PKM tinggal menunggu kucuran dana untuk melaksanakan program GP3M. Sejumlah usulan program yang disampaikan, seperti pengentasan masyarakat perempuan buta aksara, pendirian perpustakaan masyarakat, dan Desa Vokasi. 


“Desa Vokasi kami pilih di Desa Dudakawu. Itu karena desa tersebut memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, tapi banyak perempuan di desa tersebut yang menganggur,” ujar Amin, Minggu (17/4/2016). 

Amin melanjutkan, nantinya perempuan-perempuan usia produktif di desa tersebut bakal diberi bekal keterampilan mengolah hasil bumi. Sehingga, hasilnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta agar pemerintah daerah mengidentifikasi potensi dan kondisi sosial daerahnya masing-masing. Itu agar program GP3M yang digagas tak salah alamat. Sebab yang mengerti kondisi riil daerah adalah pemerintahan masing-masing. 

“Tiap tempat beda-beda. Kita tidak ingin menyeragamkan. Seragamnya yaitu sama-sama memberdayakan,” kata Anis usai pencanangan GP3M di Alun-alun Jepara, Sabtu (16/4/2016). 

Anis menerangkan, memang ada anggaran dari kementeriannya untuk program ini. Kucuran dana tersebut difokuskan untuk program pendidikan. Teknisnya, anggaran tersebut dikucurkan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang sudah ada. 

“Program ini adalah ikhtiar khusus bagi mereka yang tertinggal,” kata Anies. 

Semangat yang dibawa dalam program ini, Anies menegaskan, bahwa potret keberhasilan pembangunan saat ini menyisakan ketertinggalan perempuan. Seperti dalam kasus buta huruf, kaum perempuan jumlahnya lebih banyak jika dibanding kali-laki. 

“Perempuan harus maju, sehingga perlu ada program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan-pelatihan,” ucap Anies. 

Selain itu, Anies menambahkan, yang tak kalah penting adalah membuat kaum perempuan sadar untuk meningkatkan kesejahteraan dengan mamanfaatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sumber: metrotvnews.com

Hidup Kartini Indonesia. berkarya demi bangsa dan negara 
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MAJUKAN PEREMPUAN, PEMDA DIMINTA IDENTIFIKASI POTENSI SOSIAL"

Posting Komentar