GURU "SURYA" KEHIDUPAN


BULAN Mei merupakan salah satu bulan dalam satu tahun penanggalan Masehi yang di dalamnya terdapat hari-hari penting dan bersejarah yang selalu menjadi perhatian dan diperingati di seantero Indonesia raya ini. Di antara hari-hari penting itu adalah tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau yang biasa dikenal dengan istilah Mayday, kemudian tanggal 2 Mei yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang di dalamnya terdapat peran guru sebagai subjek sekaligus objek pendidikan, selanjutnya tanggal 3 diperingati sebagai Hari Surya.

Ketiga hari penting tersebut (Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional, dan Hari Surya) terdapat sebuah profesi yang mencakup ketiganya yaitu guru. Guru sebagai ‘buruh’ negara, guru juga menjadi unsur penting dalam pendidikan, dan guru sebagai ‘surya’ kehidupan yang memberikan pencerahan dan ‘cahaya’ bagi peserta didik sekaligus menjadi tonggak masa depan suatu bangsa.

Guru, ‘Buruh’ Negara

Guru, yang pekerjaan sehari-hari berkecimpung di sekolah dan lingkungannya adalah sebuah pekerjaan (atau lebih tepatnya sebagai profesi) yang juga bisa dikatakan sebagai ‘buruh’. Ya buruh, buruh negara/pemerintah guna melaksanakan amanat yang telah termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945 tepatnya di alinea keempat yang merupakan pesan para pejuang bangsa dan negara Indonesia Raya ini, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” itulah peran seseorang yang berprofesi bernama guru sebagai buruh yang setiap bulan menerima upah atau gaji, karena pada umumnya seperti itulah buruh yang setiap bulannya menerima upah atau gaji, baik guru negeri maupun swasta.

Guru, Unsur Penting dalam Pendidikan

Dalam memperingati Hardiknas, guru adalah salah satu unsur yang paling mendominasi dalam pendidikan karena pendidikan di dalamnya terdapat guru yang perannya sebagai subjek sekaligus objek dari pendidikan itu sendiri. Guru sebagai subjek karena guru berperan langsung di dunia pendidikan, sedangkan guru sebagai objek karena gurunya yang menjadi perhatian dan sorotan di mata masyarakat. Guru pulalah yang menentukan maju-mundurnya dunia pendidikan di suatu negara.

Tidak heran jika pemerintah memberikan ‘perhatian’ penuh terhadap guru, di antaranya berkenaan dengan kompetensi guru melalui sertifikasi dan peningkatan mutu guru lainnya dengan tujuan agar program “mencerdaskan kehidupan bangsa” bisa terwujud sebagaimana yang dicita-citakan.

Guru, ‘Surya’ Kehidupan

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa guru dikatakan sebagai ‘surya’ kehidupan. Surya dalam bahasa sastra lama diartikan sebagai matahari. Matahari yang menerangi bumi bahkan seluruh tata surya jagat raya. Dan seperti itulah peran guru dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seolah-olah guru menjadi ‘surya’ kehidupan yang mampu menerangi seluruh alam karena yang diberikan oleh seorang guru adalah ilmu, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan seterusnya yang bermanfaat yang secara turun temurun dan dari generasi ke generasi akan merasakan manfaat dari ilmu yang diberikannya, baik itu ilmu duniawi maupun ilmu ukhrawi.

Di dunia ini tidak ada seorangpun manusia yang hidup tanpa guru. Guru bukan saja terbatas pada seorang sosok orang yang memberikan pengajaran di dalam kelas semata, melainkan guru juga bisa berupa pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang paling berharga, demikian bunyi pepatah dan kata orang bijak. Buku juga bisa dijadikan sebagai guru, bahkan buku adalah guru yang tidak akan pernah marah. Dan buku adalah sebaik-baik teman duduk dibandingkan menonton TV.

Maukuf, seorang Presiden Direktur Pusat Pendidikan Indonesia mengatakan bahwa perubahan paradigma akan guru telah menjadi tolak ukur suatu bangsa. Apalagi diketahui, guru saat ini seakan tenggelam dalam ketidaksempurnaan. Maukuf juga menambahkan bahwa guru sejati adalah guru yang akan mampu mengubah suatu bangsa. Lewat pendidikan, seorang guru harus mampu mencetak pemimpin yang berkarakter. Artinya, di sinilah peran guru di dalam hidup ini tanpa terkecuali siapapun orangnya tidak akan terlepas dari guru, baik guru dalam pendidikan formal maupun informal dan non-formal. Wallahu a’lam.


Terima kasih telah mengunjungi laman ini. semoga  bermanfaat
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "GURU "SURYA" KEHIDUPAN"

Posting Komentar