PEMERINTAH HARUS LINDUNGI GURU. JIKA TIDAK SEKARANG LALU KAPAN AKAN DILAKUKAN?

Pemerintah Harus Lindungi Guru. Pemerintah daerah dituntut memberi perlindungan maksimal kepada guru agar kualitas pendidikan bisa berjalan baik. Seperti diketahui, saat ini marak pemidanaan guru oleh orang tua siswa karena dianggap melakukan kekerasan dalam mendidik pelajar tersebut.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menilai, reaksi negatif dari orang tua siswa itu patut disayangkan. “Sungguh itu menjadi warning,” kata Untung saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (12/6)
Padahal, kata Untung, dengan mendaftarkan anak ke sekolah, orang tua berarti menitipkan anaknya kepada guru untuk dididik. “Seringkali masyarakat (orang tua siswa) tidak paham, sehingga reaksi berlebihan,” ujarnya.
Maraknya pemidanaan ini sering menjadikan guru enggan bersikap tegas terhadap anak didiknya. Hal ini berdampak pada kualitas pendidikan yang tidak maksimal.
“Guru harus diberi perlindungan agar bersikap tegas,” ucapnya. Oleh karena itu, Untung menilai, pemerintah harus memberi perlindungan yang nyata agar guru bisa menjalankan tugasnya dengan baik, nyaman, dan tenang.
Meski sudah dilindungi oleh undang-undang, lanjut Untung, namun saat ini banyak guru yang tidak menyadari hal itu sehingga timbul rasa ketakutan dalam menjalankan tugasnya. Untung mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dengan nyata dan jelas siap memberi perlindungan bagi guru.
“Seperti Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang membentuk Tim Pembela Guru. Itu langkah yang tepat,” ucapnya. Upaya ini diyakini mampu memberi perlindungan maksimal pada guru, sehingga pahlawan tanpa tanda jasa ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik tanpa dihantui rasa takut akan pemidanaan lagi.
“Itu hal yang bagus, menunjukkan keberpihakan pendidikan yang bermutu. Ke depan harus lebih banyak lagi (kabupaten/kota) yang seperti itu,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, belakangan ini banyak guru di Indonesia yang tersandung hukum karena dianggap melakukan kekerasan terhadap siswa. Dia menyontohkan, perlakuan guru yang mengarah pada fisik siswa seperti mencubit sudah masuk dalam ranah pidana terkait kekerasan anak di bawah umur.
Padahal, sikap guru itu merupakan hukuman untuk siswa yang telah melakukan pelanggaran. Adanya pemidanaan ini, seringkali menjadikan guru enggan bersikap tegas terhadap anak didiknya.
“Kenakalan jaman dulu bisa terbendung dengan sikap tegas dari para guru yang mendapat kepercayaan dari para orang tua untuk mendidik anaknya. Selain itu, tindakan tegas guru juga ampuh meningkatkan empati dan hormat siswa terhadap guru,” bebernya seraya menambahkan, kondisi ini diperburuk oleh pola asuh orang tua yang menyebabkan siswa menjadi manja dan berbuat nakal yang tidak wajar.
“Orang tuanya mulai memberikan motor atau mobil sebelum usia dewasa, dan membiarkan anak berkeliaran malam. Ini berimbas pada perilaku anak yang cenderung liar, sehingga sulit untuk diatur bahkan tak memiliki rasa hormat terhadap orang tua dan guru,” tambahnya.
Oleh karena itu, Dedi menilai pentingnya adanya Tim Pembela Guru yang keabsahannya tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Purwakarta Nomor 424.05/Kep.576-Disdikpora/2016 Tentang Pembentukan Tim Pembela Guru Kabupaten Purwakarta. “Dalam hal ini bukan berarti saya berpihak pada guru secara berlebihan, tapi sebagai kepala daerah saya pun harus memberikan perlindungan terhadap mereka,” katanya.
Melalui tim itu, nantinya akan diatur mengenai batasan bagaimana kewenangan guru mendidik siswanya tanpa menyalahi undang-undang yang berlaku. Salah satunya pemotongan dua angka seluruh mata pelajaran bagi siswa yang telah melakukan pelanggaran atau berbuat tidak wajar.
Selain itu, dalam SK tersebut para guru di Kabupaten Purwakarta akan mendapat perlindungan dan konsultasi yang terdiri dari 10 orang pengacara yang akan berkantor di Kantor PGRI Kabupaten Purwakarta.
“Jadi mun aya guru nu kaleupasan jurig nepi ka nyiwit atawa nabok, terus dilaporkeun ka polisi, engke pengacara nu nyanghareupan. (Jadi kalau ada guru yang kelepasan sampai mencubit atau nampar, terus dilaporkan ke polisi, nanti pengacara yang menghadapi). Gratis,” tuturnya seraya menyebut dengan adanya perlindungan ini, para guru di Kabupaten Purwakarta bisa leluasa mendidik anak melalui bimbingan dan perlindungan hukum yang diberikan oleh para pengacara tersebut.
Terima kasih telah mengunjungi laman kami semoga informasi yang diperoleh bermanfaat. Hidup guru. Mari kita sebarkan dan Bagikan informasi ini agar semua guru, orang tua dan semoa orang tahu arti penting seorang guru
loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "PEMERINTAH HARUS LINDUNGI GURU. JIKA TIDAK SEKARANG LALU KAPAN AKAN DILAKUKAN?"

Posting Komentar