SEKOLAH DILARANG MELAKUKAN OSPEK, ATAU KEPALA SEKOLAH DIPECAT

Mendikbud Anies Baswedan disela-sela kegiatan buka bersama Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) pada hari Minggu (19/6/2016), kembali mengingatkan kepada seluruh sekolah di Indonesia untuk tidak lagi mengadakan kegiatan ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus/sekolah) yang tidak mendidik di sekolah.

Di rumah dinas Menteri Sekretaris Negara Jalan Widya Chandra I No 4 Jakarta Selatan, Anies Baswedan menegaskan, segala macam perpeloncoan dilarang.


"Jadi segala macam perploncoan dilarang. Ada peraturan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 melarang segala bentuk perpeloncoan," ujar Mendikbud dengan tegas.

Dirinya juga mengkritisi penggunaan atribut yang tidak mendidik seperti tas karung, tas belanja batik dan semacamnya. Bahkan dengan nada mengancam Anies Baswedan memperingatkan kepala sekolah yang terlibat akan dikenakan sanksi.

"Sekarang tegas dilarang, dan kepala sekolah yang tidak mengikuti peraturan Nomor 18 Tahun 2016 bisa diberhentikan. Semua harus mengikuti," tegas Anies.

Dirinya mengingikan ospek diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah dan pelaksananya harus guru, bukan siswa.


Terima kasih telah mengunjungi laman kami. Tolong bantu di Share yaaaaaa.....

1 Response to "SEKOLAH DILARANG MELAKUKAN OSPEK, ATAU KEPALA SEKOLAH DIPECAT"

  1. Setuju n gue banget.... memang harus tegas, krn tidak sedikit yg bebal. Termasuk harus tegas melarang siswa yg corat coret baju dan konvoi saat kelulusan. Kalo ada siswa berbuat dmokian pecat kaseknya, krn pihak sekolah sering mandul loyo tak berdaya.

    BalasHapus