TOP NEWS. JOKOWI SETUJU "PECAT" PNS HINGGA KECURANGAN TAKARAN BBM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi lampu hijau untuk kebijakan 'pecat' satu juta Pegawai Negeri Sipil (PNS). Walaupun kata pemecatan diganti dengan rasionalisasi atau penataan PNS, pada dasarnya pemerintah akan mengurangi jumlah PNS untuk kesehatan anggaran belanja negara.

Sementara itu, oknum nakal di dunia minyak dan gas bumi (migas) masih belum hilang dari peredaran. Kali ini, oknum nakal melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal inipun sudah ditindak tegas oleh PT Pertamina (Persero).


Kebijakan lainnya yang membuat heboh pengenaan kantong plastik berbayar. Setelah diprotes oleh beberapa kalangan masyarakat, akhirnya kantong plastik kembali digratiskan.

Ketiga berita tersebut, merupakan berita-berita yang populer selama akhir pekan kemarin di kanal bisnis Okezone. Berikut berita selengkapnya:

1. 'Pecat' 1 Juta PNS, Jokowi: Kira-Kira seperti Itu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pemerintah ingin anggaran belanja pegawai bisa lebih efisien. Meski demikian, menurut Presiden, rasionalisasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan dilakukan secara alami.

“Artinya, setahun misalnya pensiun 120.000, nanti pada tahun ke-5 kita hanya menerima 60.000. Nanti akan berkurang, akan banyak sekali,” kata Presiden Jokowi.

Saat ditanya apakah rasionalisasi itu menargetkan 1 juta PNS, Presiden Jokowi mengatakan, kalau itu dilakukan (rasionalisasi secara alami) nanti suatu saat akan tercapai. Sehingga, betul-betul sisi kualitas, kemudian belanja lebih efisien itu bisa betul-betul kita lakukan.

Artinya jangka panjang? “Ya enggak mungkin setahun diselesaikan. Tapi memang itu rencana dan konsep dari Menteri PAN-RB memang belum saya terima, tetapi kira-kira arahnya seperti itu,” tegas Presiden Jokowi.

2. Mulai Sekarang, Perhatikan Angka Takaran BBM Anda!

PT Pertamina (Persero) menjadi kasus praktik ilegal di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan kode 3412305 di Rempoa, Ciputat, Tangerang sebagai pelajaran tidak hanya bagi perseroan tapi juga bagi masyarakat.

GM Region Operation III Pertamina Jumali menuturkan, dalam standar pelayanan, Pertamina meminta semua operator memperlihatkan angka di takaran mulai nol.

"Tapi jangan lihat sampai berapanya Kadang pelanggan cuma lihat awal atau akhirnya. Pelanggan juga perlu care itu," ujar Jumali.

Sementara, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan, langkah yang harus dilakukan adalah mengambil struk usai pengisian BBM berakhir.

"Kalau ada apa-apa bisa disampaikan pada kami. Tim kami bisa membantu pelanggan melakukan pengecekan," tuturnya.


Terima kasih telah mengunjungi laman kami, semoga informasi yang diperoleh bermanfaat. TOLONG SEGERA DIBAGIKAN AGAR SEMUA TEMAN DAN KELUARGA TAHU
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TOP NEWS. JOKOWI SETUJU "PECAT" PNS HINGGA KECURANGAN TAKARAN BBM"

Posting Komentar