KEMENDIKBUD: Guru dan Sekolah Dilarang Buat LKS

Sebanyak 113 kepala daerah akan menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni anungrah Kawastara Pawitra. Kelima daerah itu Tegal, Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman dan Kota Yogyakarta. Kawastara Pawitra merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dianggap peduli terhadap program pelatihan kepala sekolah. 

Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

Dalam kesempatan itu, Menteri pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan, guru wajib menuntaskan belajar mengajar di dalam sekolah. Itu artinya guru harus berada di lokasi sekolah selama delapan jam. Tangung jawab itu, tegas Muhadjir, harus dilaksanakan sebagai bentuk tanggungjawab guru sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penerima tunjangan profesi. Menurut Muhadjir saat menyerahkan anugerah Kawastara Pawitra pembelajaran murid itu harus bisa dituntaskan saat jam sekolah dan di dalam sekolah. Dan saat ini sedang dalam penggodokan. "Selain itu guru atau sekolah juga dilarang membuat LKS," pesannya di Solo Jawa Tengah, Sabtu (15/10/2016). 

Dalam kesempatan yang sama Muhadjir juga menyampaikan pihaknya juga sedang mengkaji format baru bagi pendidikan dasar dan menengah terkait dengan pendidikan karakter. Muhadjir juga menyiapkan kebijakan untuk mengubah format pendidikan di bangku Sekokah Dasar dan Sekokah Menengah Pertama mengarah pada pembentukan karakter. 

Namun tidak boleh seragam, sesuai dengan keraifan lokal yang ada. Nantinya komposisi pelajaran yang diajarkan yakni pengetahuan sekira 30 persen, dan sisanya untuk memberikan pendidikan karakter pada siswa.

Demikian info ini kami sampaikan semoga bermanfaat untuk anda dan terimaksih sudah mengunjungi laman kami...
Silahkan di share...

loading...
LIKE & SHARE

0 Response to "KEMENDIKBUD: Guru dan Sekolah Dilarang Buat LKS"

Posting Komentar