CARA - CARA MENYUSUN BAHAN AJAR DENGAN MUDAH

Bapak dan Ibu Guru dimana saja anda berada kali ini saya akan share langkah-langkah menyusun bahan ajar secara sistematis, seperti yang telah kita ketahui bersama bahan ajar terbagi atas empat kategori yaitu:
Bahan Cetak
Bahan Ajar Audio
Bahan Ajar Pandang Dengar ( Audio Visual)
Bahan Ajar Multimedia Interaktif (Interactive teaching material)
Tapi untuk kali ini saya hanya akan membahas tentang bahan ajar cetak dulu untuk bahan ajar non cetak akan saya bahas pada artikel berikutnya.

Image result for mengajar dikelas

Penyusunan Bahan Ajar

Analisa kebutuhan bahan ajar anda, lakukan analisa terhadap SK dan KD yang membutuhkan bahan ajar, jika memungkinkan susunlah analisis SK-KD untuk satu tahun atau sekurang-kurangnya satu semester. Siapkan sumber belajar, jika fasilitas tersedia di lokasi anda mengajar lakukan pendataan sarana mana saja yang akan anda pakai contohnya perpustakaan, lab sains atau lab bahasa. Setelah itu mulailah menentukan bahan ajar sesuai kebutuhan KD serta sumber belajar yang dipilih.
Susunlah peta bahan ajar, dengan menentukan berapa banyak kebutuhan bahan ajar yang harus disiapkan setelah kita melakukan analisa kebutuhan bahan ajar. Lalu mulailah membuat bahan ajar sesuai dengan banyaknya bahan ajar yang di ajarkan, sebaiknya pilihlah bahan ajar yang paling prioritas contohnya bahan ajar yang sifatnya berdiri sendiri dan tidak memiliki kaitan dengan bahan ajar yang lain.

Penyusunan bahan ajar cetak, sekarang kita masuk pada inti dari pembahasan kita yaitu membuat bahan ajar cetak, bahan ajar cetak dapat berupa handout, buku, lembar kegiatan siswa, modul, brosur, wallchart, foto/gambar. dan model/maket. Untuk menyusun bahan ajar cetak jangan lupa memberi judul yang sesuai dengan inti dari KD dan Indikator, singkat, ada daftar isi, struktur kognitifnya juga harus jelas, ringkasan materi, serta tugas siswa.

Berikut saya akan jabarkan secara per item cara - cara menyusun Bahan ajar cetak

Handout, secara harfiah dapat bermakna buku penunjang yang dibagikan kepada siswa agar guru tidak perlu repot-repot lagi menulis materi di papan tulis dan siswapun tidak perlu mencatat di buku, guru hanya tinggal memajang materi yang telah di buat didepan kelas atau di tempel di papan tulis, berikut cara menyusunnya : 
1. tentukan judul yang sesuai dengan KD dan Indikator, 
2.Berisikan referensi atau kutipan dari sumber lain, 
3.Gunakan kalimat yang sederhana dan tidak terlalu panjang, 
4.Revisi isi Handout sebelum diperbanyak.

Buku, dalam hal ini buku dapat kita ambil dari hasil karya orang lain ataupun kita susun secara mandiri, langkah-langkah yang dapat di lakukan oleh seorang guru dalam memilih atau menyusun buku : 
1. Pilihlah/tentukan judul yang sesuai dengan tuntutan KD dan Indikator, 
2.Pilihlah/rancanglah outline buku yang lengkap sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, 
3. Kumpulkan buku referensi sebagai penunjang atau pelengkap ,
4.Pilihlah/tulislah buku yang menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa.

Modul, perangkat pembelajaran yang dapat dipakai walaupun tanpa dibimbing oleh guru, biasanya, modul yang baik adalh modul yang ditulis secara sistematis sehingga siswa dapat memahami kompetensinya dengan baik. langkah-langkah menyusun modul : 
1.Buatlah judul modul sesuai dengan KD dan Indikator, 
2.Jika anda membuat lebih dari satu modul berilah kode untuk mempermudah dalam pengelolaan contoh Digit pertama, angka satu (1) IPA, (2) (IPS), (3) Bahasa. Kemudian digit kedua merupakan klasifikasi/kelompok utama kajian atau aktivitas pada jurusan yang bersangkutan, contoh pada jurusan IPA, nomor 1 digit kedua berarti Fisika, 2 Kimia, 3 Biologi dan seterusnya, 
3. merumuskan Kompetensi yang harus dikuasai siswa saat menyelesaikan modul tersebut, 
4. Mencantumkan alat evaluasi atau penilaian, 
5. Mencantumkan petunjuk penggunaan modul, 
6. Kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, 
7. berikan gambar pendukung agar konsep dapat mudah dimengerti.

Lembar kerja siswa(LKS), merupakan lembaran-lembaran yang harus di isi oleh siswa. Dalam menyiapkan lembar kegiatan siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut : 
1.Menentukan jumlah LKS yang harus di tulis, 
2.Tentukan judul yang sesuai dengan KD dan Indikator, 
3.tentukan alat penilaianyang sesuai dangan PAP(penilaian acuan patokan), 
4.Dahului dengan penjelasan materi secara singkat, 
5.Tugas-tugas harus di tulis secara jelas untuk mengurang pertanyaan siswa yang berlebihan.

Brosur, merupakan bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dapat dilipat tanpa dijilid. Dalam menyusun brosur jangan lupa memeperhatikan langkah-langkah berikut: 
1. Buatlah judul sesuai dengan materi pokok sesuaikan dengan banyaknya materi, 
2. KD materi yang dicapai harus sesuai dengan Standar ISI, 
3.Kalimat harus jelas, menarik dan mempunyai informasi pendukung seperti gambar atau foto, 
4.Gunakan kalimat yang pendek dalam satu paragraph, 
5.Materi mempunyai hubungan dengan sumber belajar yang terkait.

Leaflet, hampir serupa dengan brosur, bedanya hanya pada tampilan fisiknya saja, isi leafet sama dengan brosur, biasanya di tampilkan dalam bentuk dua kolom kemudian dilipat
Wallchart, merupakan bagan siklus/proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. Contohnya siklus makhluk hidup, rantai makanan. Dalam membuatnya wallchart sebaiknya berisikan : 
1.Judul materi yang sesuai dengan KD dan Indikator, 
2.Memilki petunjuk penggunaan, 
3.Gambar harus jelas, padatn dan menarik, 
4.Pemberian tugas yang berkaitan dapat di lakukan dalam bentuk LKS, selebaran , atau dibuku tugas.

Foto/Gambar, sebaiknya disajikan sebelum siswa mengerjakan tugas, baik secara individu atau berkelompok model bahan ajar ini kurang cocok untuk tugas pengamatan, Dalam menyiapkan gambar hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : 
1.Beri judul pada gambar sesuai dengan materi pokok, 
2.Buat desai foto/gambar dengan membuat storyboard(papan cerita), 
3.Gambar harus jelas, padat, serta menarik sebaiknya pilihlah yang berwarna, 
4, Jika perlu sebelum diperbanyak editlah gambar/foto dan berikan tulisan untuk menjelaskan isi gambar/foto.

Model/maket, merupakan contoh benda yang hampir menyerupai benda aslinya tapi dalam ukuran atau skala yang lebih kecil. tapi sebaiknya tetap di tunjang oleh bahan ajar tertulis seperti brosur, atau LKS. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat maket/model: 
1.Berilah judul pada maket sesuai dengan KD dan indikator, 
2.Pilihlah bahan yang murah serta tidak berbahaya atau mengandung toxin, 
3.Siapkan informasi pendukung baik dalam bentul selebaran atau brosur untuk memperjelas materi, 4.Jika memungkinkan sebaiknya maket dibuat oleh orang yang memilki keterampilan khusus, tetntu saja sesuaikan dengan budget yang anda miliki, 
5. Siapkan tugas dalam bentuk pertanyaan setelah anda menjelaskan materi.

Bapak dan Ibu Guru apa yang saya sajikan diatas harap dikondisikan dengan lokasi dimana anda mengajar yang jelas dalam menyusun bahan ajar sebaiknya kita tidak terpaku hanya pada bentuk yang itu-itu saja , 

Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari semestamengajar.blogspot.co.id . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.metronesia.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik

0 Response to "CARA - CARA MENYUSUN BAHAN AJAR DENGAN MUDAH"

Posting Komentar