CURHAT GURU TK INI 'MENAMPAR' YANG SUKA RENDAHKAN PROFESI MEREKA MASIH BERANI BILANG, GURU TK NGGAK PERLU INTELEKTUAL YANG TINGGI?

Pertama, kemampuan berpikir dan kecerdasan (intelektual-red). Lesson plan bukan hal yang main-main buat kita. Ketika kita bodoh, kita berbicara tentang kehidupan dasar seseorang. Kalau kalian sebagai orang tua, kalian akan memaklumi ngga kalo guru TK anak kalian bodoh? Anak kalian akan sesat. Yang kita lakukan adalah merancang pembelajaran untuk dasar kemampuan seorang manusia di dalam kehidupan awal mereka. Kemampuan menulis untuk menyusun laporan juga diperlukan, baik itu harian, bulanan, atau mingguan. Laporan naratif berhalam-halaman menjadi cemilan kami, apa kalian rela kalau guru TK kalian tidak memiliki kemampuan intelektual yang tinggi? Yang penting sabar?
Kedua, Multi-tasking. Apa kalian pernah melihat guru TK yang tidak multi-tasking? Keahlian ini bukannya main-main. Jika kalian harus mengerjakan paperworks sembari memastikan murid mendapatkan basic skill dan pada saat bersamaan kita memastikan mereka di lingkungan yang aman? bukan pekerjaan yang mudah.

Ketiga, secara filosofis kami sangat idealis. Kita merupakan agen yang menanamkan pemikiran-pemikiran dasar kepada manusia. Secara tidak langsung kami harus memercayai ideologi yang kami ajarkan kepada mereka. Kalau kami bodoh, apakah kalian mau memberi anak kalian untuk ditanamkan ideologi kepada mereka?

Ke empat, Organizing event, ini lucu ya, kalau awam melihat event organizer untuk ulang tahun anak dengan HT, itu ngeliatnya keren dan di hargai. Tapi kalau ngaku guru TK, itu ngga keren lagi. Percayalah, mereka ngga ada apa-apanya dibandingkan kami. Ngatur event, udah jadi bagian dari job description kami. Jadi mau tidak mau kami harus memiliki skill dalam hal tersebut. Event apa? Banyak, dari mulai graduation sampai Christmas concert. You name it.

Ke lima, A big heart. It takes a big heart to teach a little one. Kami percaya, kami memiliki peran untuk memberi bekal dasar kepada benih bangsa. Kami harus memiliki hati yang besar untuk membentuk bangsa yang besar.

Gini deh, mungkin ini hanya pembelaan kami sebagai guru TK, tapi lewat tulisan ini, saya yakin semua guru TK, kepengen semua orang tau kalau kita bukan profesi kelas dua ya kak. Minta tolong banget untuk berenti memandang profesi ini sebelah mata, walaupun itu hak masing-masing orang.

Penelitian di tenesse yang ngelibatin 10.992 murid menyatakan

“Researchers measured the effect of class size, teacher quality, and classroom quality on earnings and other future outcomes for children participating in the Student/Teacher Achievement Ratio (STAR) project in Tennessee. The study found that smaller class sizes raised college attendance, more experienced teachers increased future earnings of their students, and higher quality classrooms improved both college attendance and future earnings. Researchers found that the positive effects of early childhood education on test scores diminish over time, but positive effects on non-cognitive outcomes persist through adulthood.”

Di sini dijelaskan bahwa pengaruh kelas, kualitas guru dalam kelas pendidikan usia dini memengaruhi penghasilan mereka pada saat dewasa. Para peneliti memang menyatakan bahwa efek dalam kognitif akan berkurang (dalam tes akademik), tapi untuk yang non akademik akan tetep bertahan sampai dewasa. Hal ini tergantung kelas yang baik dan guru yang berkualitas.

Masih berani bilang, guru TK ngga perlu intelektual yang tinggi?

Coba deh dipikir lagi, kalau masih menganggap bahwa guru TK ngga perlu pinter dan profesi yang ngga begitu penting. Percaya lah, 20 taun ke depan bangsa ini juga ngga bakalan bisa sejahtera.

Mungkin mba Ayu ini belum punya anak, dan belum tau tentang dunia ini. Saya yakin bukan maksudnya merendahkan. Tapi tulisan ini hanya unek-unek semata dari seorang guru TK yang lelah dipandang rendah. Tolong dukung kemajuan bangsa, setidaknya jangan mengecilkan kami yang berjuang semaksimal mungkin untuk membuat bangsa ini lebih baik. Kami hanya meminta itu, karena hal negatif akan jauh lebih gampang menular dibandingkan positif."

Rahma mengatakan, mencurahkan perasaannya soal profesi yang dijalaninya dengan maksud sekadar ingin mengingatkan bahwa guru TK bukan profesi rendahan. "Lelah saya dipandang rendah terus," ungkapnya.

Gimana? Masih suka membeda-bedakan profesi guru TK? Yuk mulai sekarang tak menganggap rendah profesi yang bahkan kamu nggak tahu seperti apa dunia pekerjaan yang mereka alami.

Terutama guru, termasuk guru TK yang perannya sangat penting bagi anak-anak usia dini demi masa depan yang lebih baik dan beradab.

Demikian informasi yang kami sampaikan yang kami lansir dari www.brilio.net . Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.metroklik.com. Kami akan selalu memberikan berita terbaru, terhangat, terpopuler, dan teraktual yang diperoleh dari berbagai sumber yang terpercaya. 

Terima Kasih atas kunjungan anda Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih. Untuk info terbaru lainnya silakan kunjungi laman DISINI..!

Mohon Dishare agar semua rekan - rekan kita tahu

Baca juga informasi terkait di bawah yang juga sangat menarik

0 Response to "CURHAT GURU TK INI 'MENAMPAR' YANG SUKA RENDAHKAN PROFESI MEREKA MASIH BERANI BILANG, GURU TK NGGAK PERLU INTELEKTUAL YANG TINGGI?"

Posting Komentar