2018, Diharapkan Tunjangan Sertifikasi Guru Tak Molor

Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) yang kerap disebut tunjangan sertifikasi terkait perubahan kode mata pelajaran akibat kebijakan Kurikulum 2013, menjadi masalah selama 2017. Masalah terutama banyak menimpa para Kepala SMK dan guru SMK. 

"Sosialisasi konversi mata pelajaran (mapel) kurang mendalam sehingga ada salah persepsi di beberapa rekan dan operator. Beberapa di antaranya ada yang beranggapab semua peserta setifikasi 2007 sampai 2009 harus konversi mapel. Padahal tidak harus semua," terang Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo, Minggu (31/12). 



Dia menyebutkan, banyak guru SMK terutama mata pelajaran produktif mendapatkan SK tunjangan profesi yang memiliki tenggat waktu satu bulan yaitu Juni 2017. Alhasil muncul persepsi hanya cair satu bulan dari masa pencairan Januari sampai Juni.

Seharusnya menerima 6 x gaji pokok. Namun di Tasikmalaya banyak guru dan Kepala Sekolah SMK hanya mendapat satu bulan TPP. Artinya tunjangan yang lima bulan tidak cair. 

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2018, Diharapkan Tunjangan Sertifikasi Guru Tak Molor"

Posting Komentar