Gara-gara Dana BOS, SMP Negeri 6 Dipalang Gurunya

Murid-murid di SMP Negeri 6 Wosi Dalam, saat tiba disekolah, sekitar pukul 07:00 WIT, Senin (8/1/18) terkejut karena sekolahnya dipalang.

Pemalangan dilakukan sendiri oleh guru di SMP tersebut karena menuntut penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilakukan transparan.



“Dari tahun 2006 sampai 2017 penggunaan dana BOS tidak jelas buat kami guru-guru semua. Pengeluarannya berapa, kemudian yang masuk berapa kami tidak tahu, sehingga guru guru kecewa,” kata seorang guru, Yohanes Indou kepada wartawan di lokasi kejadian.

Selain itu, aksi pemalangan juga dipicu karena guru ingin meminta kejelasan terkait pembayaran upah guru honorer yang tidak tepat waktu.

“Pembayarannya tidak tepat waktu, kadang ditunda sampai triwulan berikut baru dibayar,” keluh Indou.

Lebih lanjut dia mengatakan, informasi yang diketahuinya dana BOS yang diperoleh SMP Negeri 6 Wosi dalam setiap triwulannya cukup besar, mencapai Rp.200 juta.

“Aksi ini kami minta agar kepala sekolah menjelaskan pengeluarannya agar penggunaan BOS bisa jelas buat kami. Kemudian yang tahun 2017 saya cek belum keluar, jadi kalau sudah keluar jangan kepsek bawa,” ketusnya seraya menambahkan, bersama guru-guru sudah meminta agar kepala sekolah menjelaskannya, namun belum direspon.

Kepala SMP Negeri 6 Wosi Dalam, L. Krey mengungkapkan, jika dirinya disangka melakukan penyelewengan dana BOS, itu tidak tepat. Sebab, dirinya merasa tidak menyelewengkan dana dimaksud.

“Kalau saya pakai dana BOS saya yang akan dihukum, dan untuk aktifitas sekolah tetap jalan karena ada pergantian kepala sekolah, dan saya tidak disini lagi, saya pindah di Kwawi,” ungkapnya.

Bahkan, sambung Krey, terkait dana BOS, dirinya pernah dipanggil oleh Ombudsman dan Kejaksaan Negeri Manokwari. “Saya sudah diperiksa, sampai mereka ambil buku tabungan saya punya istri dan anak-anak, dan kalau saya yang pakai saya yang dihukum,” ungkap Krey.

Ia menambahkan, dana BOS tahun 2017 masih sebesar Rp.70 juta dan akan digunakan untuk keperluan murid-murid. “Karena Desember ada libur makanya baru digunakan, dan saya siap dihukum kalau selewengkan dana BOS,” tegasnya.

Terpisah, Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan yang ditemui wartawan di kantornya, Senin (8/1/18), menyayangkan pemalangan SMP Negeri 6. Namun hal itu merupakan masalah internal sekolah sehingga menyerahkannya ke pihak sekolah.

Meski demikian, dirinya memberikan tenggang waktu selama 1 hari agar masalah tersebut diselesaikan. “Itu masalah internal, tetapi kalau hari ini (senin) tidak dibuka, maka besok (selasa) saya akan turun kesana,” tegas Mandacan.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gara-gara Dana BOS, SMP Negeri 6 Dipalang Gurunya"

Posting Komentar