Kemdikbud Putuskan USBN SD Tetap 3 Mata Pelajaran

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada ajaran 2017/2018 ini akan dilaksanakan pada semua jenjang termasuk sekolah dasar (SD) yang selama ini menjalankan Ujian Sekolah (US).

Menurut Bambang, keputusan SD menjalankan USBN karena esensi USBN adalah ujian sekolah. Sebelumnya, BNSP mengusulkan dalam pelaksanaan USBN SD ada penambahan mata pelajaran yang diujikan. Dalam hal ini, US yang awalnya hanya tiga pelajaran, yakni bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA akan ditambah dengan lima mata pelajaran lain seperti IPS, PKN, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Agama.



Penambahan mata pelajaran ini, menjadi pro-kontra dikalangan guru, pemehati pendidikan hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menilai, keputusan tersebut merugikan siswa dan melanggar hak anak. Menanggapi penolakan tersebut, Bambang mengatakan, berdasarkan pembahasan internal jajaran Kemdikbud, USBN SD/MI tetap tiga mata pelajaran, layakanya US.

“Berdasarkan pembahasan internal Kemdikbud, USBN SD 2018 masih tiga mata pelajaran seperti tahun lalu yakni Matematika, Bahasaa Indonesia dan IPA,”kata Bambang melalui pesan singkat kepada Forum Wartawan Pendidikan, Senin(8/1).

Selanjutnya, Bambang juga menjelaskan, kembali menetapkan tiga mata pelajaran terkiat dengan kesiapan siswa dan kemampuan guru dalam menyiapkan soal agar sesuai dengan standar yang ditentukan. Pasalnya, pelaksanaan USBN ini, 25% soalnya disiapkan Kemdikbud dan 75% disusun oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Pendapat senada juga disampaikan Kepala Bidang Pusat Penilaian Pendidikan, Giri Sarana Hamiseno juga mengatakan, USBN kembali tiga mata pelajaran. Ia mengaku, keputusan ini akan difinalkan pada Selasa(9/1). Termasuk tentang adanya soal isian dan esai pada USBN.

Sementara itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Sugianto Tandra mengatakan, ide untuk memberikan pertanyaan esai dalam USBN perlu didukung dengan pelajaran seperti menulis akademik.

Dijelaskan dia, soal esai melatih menulis akademik untuk membiasakan siswa bagaimana menulis sederhana dalam lima paragraf. Kendati demikian, Ia berharap pemerintah tetap mempertimbangkan kesiapan siswa secara nasional. “Hal ini juga harus dipertimbangkan oleh pemerintah karena belum semua siswa di Indonesia sudah mendapatkan cukup panduan terkait menulis akademis,” kata Sugianto.

Selain kesiapan siswa, Sugianto juga mengatatakan, kesiapan guru dalam mengajar siswa menulis. Pasalnya, pertanyaan esai perlu jawaban yang selain dipikirkan secara kritis, menulis esai juga butuh teknik. Menurut Sugianto, dengan adanya panduan menulis akademis yang memadai pada siswa, jawaban yang siswa berikan saat menjawab soal tidak melulu dengan menghafal jawaban yang diberikan.

Oleh karena itu, Ia mengatakan, latihan menulis membiasakan siswa menuliskan dengan gaya bertutur, sehingga siswa tidak hanya siap untuk belajar ketika menghadapi ujian tapi keterampilan yang sangat penting dibangun dan membekali siswa untuk belajar pada tahap lanjut.

“Kedepannya, keterampilan menulis esai ini juga tidak hanya bermanfaat untuk mengikuti ujian tapi juga untuk jenis karya penulisan lainnya,” ujar Sugianto.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemdikbud Putuskan USBN SD Tetap 3 Mata Pelajaran"

Posting Komentar