Mendikbud: Selama Ini Guru Dimanja Tak Buat Soal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai, selama ini guru dimanja dengan berbagai fasilitas dan tidak membuat soal ujian. Menurut Mendikbud, biasanya soal ujian ditetapkan dari institusi, provinsi, bimbingan belajar (bimbel) atau Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bukan guru yang membuat.

Padahal menurut Mendikbud, guru memiliki peran dalam menguasai tugas pokoknya, salah satunya yakni melakukan evaluasi.



"Selama ini guru tidak bisa membuat soal, hanya ambil dari bimbel dan dari LKS. Sangat tak sesuai dengan tugas guru yang memiliki tanggung jawab evalusi," kata Menteri Muhadjir saat taklimat media tentang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2018 di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Maka dari itu, Mendikbud berharap melalui USBN, guru dapat mengambil pernanannya kembali. Terlebih tahun lalu telah dilakukan pelatihan pembuatan soal pada guru-guru.

"Guru harus buat perencanaan ajar dan soal. Kami bimbing dan ditingkatkan ke soal-soal yang lebih berkualitas," ujar Mendikbud.

Menurut Mendikbud, hal ini memang tidak mudah karena status guru yang beragam di sekolah dan setrifikasi kalangan guru yang terlibat dalam Kelompok Kerja Guru (KKG). Sehingga dilakukan proses penyaringan dan soal yang dikompilasi.

Pada 2018, Kemendikbud jelaskan pihaknya melibatkan guru dari berbagai sekolah untuk menyusun butir soal sebesar 75 hingga 80 persen dan 20 hingga 25 persen disiapkan oleh pusat. Soal kemudian direview dan disusun paket soal bersama oleh KKG dan Musyawarah Guru Mata Pelajaram (MGMP) di bawah koordinasi dinas pendidikan provinsi kabupaten/kota atau Kanwil Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Sedangkan standar dan kisi-kisi ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Sumber: www.netralnews.com
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mendikbud: Selama Ini Guru Dimanja Tak Buat Soal"

Posting Komentar