Mendikbud: USBN Mengoptimalkan Peran Guru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada semua jenjang pendidikan tujuannya untuk mengoptimalkan peran guru. Pasalnya, selama ini guru tidak dibiasakan untuk membuat soal ujian secara mandiri. Semua soal ujian disediakan oleh provinsi atau institut tertentu.

Muhadjir menuturkan, tidak terbiasa membuat soal sangat tidak sesuai dengan tugas pokok guru yang bertanganggungjawab mengevaluasi siswa. Maka, adanya USBN diharapkan guru kembali mengambil peran yang selama ini hilang. Adapun skema USBN 2018 ini, 75% soal disusun oleh guru dengan 25% jangkar soal dari Kemdikbud.



“Selama ini guru itu dimanjakan dengan berbagai fasilitas sehingga tidak terbiasa membikin soal, karena soal dibuat oleh provinsi atau institusi tertentu seperti lembaga bimbel (Bimbingan Belajar,red) atau dari LKS(Lembar Kerja Siswa, red) dan itu bukan guru yang bikin. Jadi ini tidak sesuai dengan tugas pokok guru yang bertanggungjawab mengevaluasi siswa,” kata mantan rektor Univerisitas Muhammadyah Malang (UUM) ini pada saat Konferensi Pers tentang USBN 2018 di kantor Kemdikbud, Rabu, (10/1) petang.

Ia juga menegaskan, dengan pelaksanaan USBN, guru tidak diperkenankan lagi mengambil soal dari LKS atau bimbel. Muhadjir juga menuturkan, sejak 2017, pemerintah telah melakukan pelatihan pembuatan soal dan evaluasi. Jadi guru harus mampu membuat soal.

Dijelaskan Muhadjir, khusus pembuatan soal USBN tidak melibatkan semua guru. Tapi guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) melalui proses penyaringan. Hal ini mempertimbangkan status guru yang bermacam-macam di setiap sekolah .

“Bentuk soal akan dikomplikasi agar bisa disajikan dengan baik. Kemudian untuk SD, kami sepakat tidak serta merta semua dibikin USBN. Hanya tiga mata pelajaran itu( Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA),” ujarnya.

Mendatang, Muhadjir mengatakan, tidak menutupi USBN SD akan ada penambahan mata pelajaran. Hal ini tergantung pada hasil evaluasi pelaksanaan USBN SD tahun ini. Ia juga menuturkan, meski tidak semua pelajaran tidak di-USBNkan, Ia optimis para guru telah mahir menyusun soal sesuai dengan ketuntasan kurikulum yang harus dicapai siswa pada setiap jenjang.

Ia menuturkan, adapun alasannya melakukan perubahan karena dunia terus berubah dan begitu pula sekolah harus berubah. Dia berharap, jangan menjadi orang yang anti perubahan karena akan digilas oleh perubahan.

Selanjutnya, Muhadjir menyebutkan, pada jenjang SMP dan SMA serta sederajat telah dipastikan ujian sekolah (US) dihapuskan dan digantikan menjadi USBN untuk semua mata pelajaran. Ada pun komposisi soal untuk USBN, 90% soal pilihan ganda dan 10 soal esai.

Pada kesempatan sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemdikbud Totok Suprayitno mengatakan, soal USBN SMP dan SMA serta SMK, 75 % naskah disiapkan oleh guru pada satuan pendidikan dan dikonsilidasikan dengan MGMP. Sedangkan untuk SD, soal disusun oleh KKG di masing- masing kecamatan.

Sementara itu, untuk sekolah luar biasa seperti SDLB, SMPLB, dan SMALB, 100 % soal disiapkan oleh tutor dan dikonsilidasikan oleh forum tutor dan 25% soal disiapkan dari pusat sebagai soal jangkar. Dijelaskan dia, soal jangkar ini berlaku untuk semua jenjang sebagai rujukan KKG atau MGMP menyusun soal.

“Tahun ini dalam penyusunan soal USBN melibatkan guru dari berbagai sekolah untuk menyusun butir soal dengan porsi penyusunan 75% dan 25 % disiapkan oleh pusat. Kemudian direview dan disusun paket soal bersama oleh KKG/MGMP dibawah koordinasi dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau Kanwil atau Kantor Kemenag,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Sub Direktorat Kurikulum dan Evaluasi Ditjen Pendidikan Islam (Pendis), Kementerian Agama, Basnag Said mengatakan, satuan pendidikan dibawah naungan Kemag, selain melaksanakan UN dan USBN juga ada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Yakni, ujian untuk menguji khusus mata pelajaran agama di madrasah takni Alquran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab. [FAT]
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mendikbud: USBN Mengoptimalkan Peran Guru"

Posting Komentar