PAGE 2 13 Tips Membangun Komunikasi yang Efektif Antara Guru dan Siswa

2. Perhatikan penggunaan kata kata ‘kamu’ dan ‘saya’
Mengatakan ‘kamu’ kepada siswa terkesan menghakimi dan menempatkan mereka pada posisi defensive, yakni perasaan takut dan sering merasa terancam. Misalnya “kamu sangat bodoh”. Tentu siswa akan merasa dihakimi dan itu hanya akan membuat mereka semakin malas. Beda halnya dengan penggunaan kata ‘saya’ yang lebih merefleksikan perasaan pembicara.

Misalnya “saya kecewa saat ada murid saya yang tidak paham dengan pelajaran saya”. Kalimat kedua tentu lebih mengena pada perasaan si siswa sehingga lambat laun siswa yang tadinya malas berubah menjadi rajin.



3. Bersikap asertif saat menangani konflik
Sikap asertif adalah kemampuan menyelesaikan konflik di mana seseorang akan mengutarakan apa yang dirasakannya, meminta apa yang diinginkan dan menolak apa yang tidak diinginkan.

Guru yang bersikap asertif akan memperjuangkan apa yang benar dan mengubah prilaku yang salah tanpa adanya paksaan yang manipulatif. Maka dari itu, seorang guru sebaiknya mampu bersikap asertif saat menangani konflik dengan siswa.

4. Hindari kata-kata yang terkesan menyalahkan siswa
Dalam proses belajar mengajar, sebaiknya hindari penggunaan kata-kata yang terkesan menyalahkan siswa, seperti mengkritik, memberi label, menceramahi dan sebagainya. Misalnya, ketika seorang siswa mendapat nilai buruk saat ujian, maka tidak perlu langsung mengkritiknya dan melabeli dia dengan sebutan ‘bodoh’.

loading...

0 Response to "PAGE 2 13 Tips Membangun Komunikasi yang Efektif Antara Guru dan Siswa"

Posting Komentar