Tunjangan Sertifikasi Guru SMA dan SMK Triwulan ke Empat Cair. Tapi Ada yang Gigit Jari

Kabar gembira segera diterima guru di awal tahun 2018 ini. Pasalnya Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel telah menyerahkan Surat Perintah Pembayaran (SPM) ke BPKAD Provinsi untuk kejelasan tunjangan sertifikasi guru SMA dan SMK triwulan keempat.

Kepala Disdik Provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd melalui Kasi Pendidikan dan Tenaga (PTK) Kependidikan, Ferry Nursyamsu mengatakan, pihaknya telah menyerahkan SPM ke BPKAD Provinsi guru ini jumlah SPM yang telah diserahkan sebanyak 5.994 orang guru SMA dan SMK.



"Angka totalnya guru SMA dan SMK yang sudah tersertifikasi sebanyak 6680 guru.

Namun yang memenuhi syarat untuk pencairan sebanyak 5994 guru.

Awal bulan ini uang tunjangan sertifikasi tersebut diperkirakan sudah masuk ke rekening guru masing-masing," ungkapnya, Jumat (5/1/2018).

Ia menjelaskan, untuk dana sertifikasi yang ditransfer pusat mulai triwulan pertama hingga triwulan empat pada tahun 2017 sebesar Rp273 Miliar lebih.

Namun yang terserap hanya sebesar Rp266 Miliar saja sehingga sisanya harus diserahkan kembali ke negera.

"Penyebabnya ada guru yang tidak memenuhi syarat untuk menerima tunjangan sertifikasi lagi.

Sehingga tidak bisa dikeluarkan dana tunjangan sertifikasi guru yang bersangkutan tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, total guru yang tidak dibayarkan dana tunjangan sertifikasinya sebanyak 686 orang guru.

Penyebabnya mereka tidak memenuhi syarat seperti jam mengajar tidak mencapai 24 jam dan guru yang bersangkutan mengajar mata pelajaran tidak linier dengan keilmuannya.

"Kalau tidak memenuhi jam mengajar, guru diperbolehkan mengajar di sekolah lain sebagai solusi yang bisa mereka pakai.

Sedangkan bagi guru yang tidak linier mengajarnya juga harus mengajar di sekolah yang sesuai dengan keilmuannya," terangnya.
loading...

0 Response to "Tunjangan Sertifikasi Guru SMA dan SMK Triwulan ke Empat Cair. Tapi Ada yang Gigit Jari"

Posting Komentar