3 Fakta Tak Terduga Setelah Tewasnya Guru Budi di Tangan Siswa

Meninggalnya Guru Seni Rupa SMA 1 Torjun (SMATor), Achmad Budi Cahyanto menjadi pukulan telak dunia Pendidikan tanah air.

Guru berusia 26 tahun ini meninggal setelah dipukul siswanya sendiri saat pelajaran berlangsung.

Pukulan itu membuat sang guru mengalami patah tulang leher.



Karena dalam tulang leher terdapat syaraf pembuluh darah dan saluran pernafasan yang langsung terhubung ke otak, membuatnya fatal dan nyawanya tak tertolong.

Bukan soal kekerasan siswa ke guru yang menjadi sorotan tajam. Masalah kesejahteraan juga menjadi pembahasan setelah kasus ini mencuat.

Seperti diketahui, sepanjang pengabdiannya Guru Budi yang masih berstatus guru tidak tetap (guru honorer) hanya mendapatkan honor Rp 400.000 per bulan.

Meski begitu, sang guru multitalenta ini terus mengabdi. Bahkan dia memberikan les kesenian gratis di rumahnya.

Setelah Guru Budi tiada, berikut fakta-fakta yang terjadi:

1. Beasiswa Istri dan Calon Anaknya 

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Hamid Muhammad mendatangi rumah duka pada Sabtu (3/2/2018).

loading...

0 Response to "3 Fakta Tak Terduga Setelah Tewasnya Guru Budi di Tangan Siswa"

Posting Komentar