Mendikbud Bawa Kabar Baik untuk Keluarga Guru yang Tewas Dipukul Siswa, Direktur SMA pun Bereaksi

“Semua kan ada aturannya, kita tidak bisa semerta-merta menentukan kebijakan,” terang laki-laki kelahiran Madiun tersebut.
Sebelumnya, Muhadjir juga berkunjung ke SMAN 1 Torjun, Sampang, Senin (12/2/2018).

Sekolah ini merupakan tempat almarhum guru Achmad Budi Chayono mengajar mata pelajaran seni.

Guru Budi sendiri telah meninggal usai dianiaya siswanya, MH, Kamis (8/2/2018).


Di sekolah Guru Budi, Muhadjir mengikuti upacara bendera yang dimulai sejak pukul 07.01 WIB.

Muhadjir berharap masyarakat tidak mengeneralisir kondisi pendidikan Indonesia dengan peristiwa tragis yang menimpa Guru Budi.

"Kita harus lebih arif menyikapi, kejadian ini kan bisa dibilang hanya terjadi 1.000 tahun sekali, " terang mantan Rektor UMM tersebut.

Muhadjir menambahkan, untuk proses hukum, dia sudah minta pada semua pihak untuk memproses kasus ini dengan seadil-adilnya.

"Serahkan pada petugas, biarkan mereka bekerja secara profesional, " tuturnya.

Usai upacara, pria kelahiran Madiun tersebut berfoto bareng dengan dewan guru dan siswa.

Selain itu juga meninjau beberapa fasilitas sekolah SMAN 1 Torjun, kantin dan juga laboratorium.

Dari sekolah Guru Budi, Muhadjir Effendy dijadwalkan berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam, Torjun.
Sumber: surabaya.tribunnews.com
loading...

0 Response to "Mendikbud Bawa Kabar Baik untuk Keluarga Guru yang Tewas Dipukul Siswa, Direktur SMA pun Bereaksi"

Posting Komentar