PAGE 2 Penjelasan Medis Kematian Guru Ahmad Budi Cahyono Ungkap Fakta Baru, Ternyata Ini Penyebabnya

Sekadar diketahui, korban hanya dirawat tidak lebih dari 1 jam di RSU dr Soetomo. Setelah itu ia dinyatakan meninggal.

Dari informasi yang diperoleh sebelum dirujuk ke RSU dr Soetomo di Surabaya, korban sempat dilarikan ke puskesmas, lalu ke UGD RSUD Sampang.

"Dari Sampang ke Surabaya kan masih butuh waktu 2 jam," jelasnya.



Sementara itu pada penanganan pasien patah tulang leher kata dia, perlu penanganan khusus yakni intubasi.

Penanganan ini dengan memberikan bantuan pernafasan pada pasien dengan alat khusus.

"Lehernya juga tidak boleh bergerak, karena kalau leher bergerak, akibatnya bisa semakin fatal," jelasnya.

Ahmad Budi Cahyono meninggal pada Kamis (1/2/2018) malam setelah dianiaya oleh MH di sekolah pada sore harinya.

Usai aksi penganiayaan, Ahmad Budi Cahyono sempat pulang dan mengeluh lehernya sakit.

Dia sempat dilarikan di rumah sakit Sampang hingga ke RSU dr Soetomo Surabaya.

Sang guru meninggal disebut akibat Mati Batang Otak.

loading...

0 Response to "PAGE 2 Penjelasan Medis Kematian Guru Ahmad Budi Cahyono Ungkap Fakta Baru, Ternyata Ini Penyebabnya"

Posting Komentar