PAGE 2 Ternyata Istri Guru yang Dianiaya Siswa Hingga Tewas Lagi Hamil Anak Pertama

Anit mulai curiga dan bertanya mengenai sikap suaminya yang tak seperti biasa. Sang suami hanya mengatakan sakit di bagian leher. Kemudian menjelaskan bahwa dia dipukul muridnya di sekolah.

Anit menuturkan, saat di bawa ke UGD RSUD Sampang pukul 17.00, pihak rumah sakit menyatakan pembuluh darah sudah pecah. Di rumah sakit itu tidak ada dokter ahli saraf. Budi kemudian dilarikan ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya.



Sampai di Surabaya, perawat meminta agar ambulans tidak dibawa pulang dulu. Sebab, kondisinya sudah kritis dan tidak ada harapan untuk hidup.

Tak lama, sang suami dinyatakan meninggal pukul 21.40. Diagnosa dokter, Budi mengalami MBA (mati batang otak). Semua organ dalam sudah tidak berfungsi.


”Kami dan keluarga meminta keadilan dari pihak berwajib. Kami terkejut anak di bawah umur tega memukul suami saya. Jasanya sebagai guru kok dibalas dengan perlakuan keji,” ucap perempuan berkerudung itu sambil meneteskan air mata.

Apalagi, kata dia, almarhum suaminya itu hanyalah guru honorer. Setiap bulan hanya mendapat honor Rp 600 ribu.

”Kasian anak di dalam kandungan ini. Mau memanggil bapak ke siapa? Anak di bawah umur kok tega membunuh orang?” ucapnya lagi yang saat itu didampingi sang ibu dan Siti Khodijah (48) mertuanya.

loading...

0 Response to "PAGE 2 Ternyata Istri Guru yang Dianiaya Siswa Hingga Tewas Lagi Hamil Anak Pertama"

Posting Komentar