PAGE 3 DATA ULANG HONORER K2

Di OKU Timur, data terakhir ada sekitar 463 honorer K2. Didominasi tenaga pendidik, tersebar di SD dan SMP. “Jumlah pastinya saat ini belum kita data lagi. Perlu pendataan ulang kembali,” ujar Kepala BKD OKU Timur Drs Juanda MM.

Untuk pengangkatan K2 menjadi CPNS, biasanya ada persyaratan. “Nah, itu yang kita belum tahu seperti apa,” cetusnya.

Kepala Disdikbud OKU Timur, Drs M Ali MM menambahkan, pihaknya menyambut baik jika memang akan ada pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.

“Kami kekurangan guru PNS, namun honorer banyak. Pengangkatan jadi CPNS ini akan sangat membantu sekali,” terang Ali.

Terpisah, di Lahat ada 585 honorer K2. “Sekitar 75 persen adalah guru,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lahat Drs H Rakhmat Surya Efendi melalui Kabid Pengadaan dan Pemberhentian serta Informasi Aparatur, Isna Abidarda.

Untuk jumlah honorer keseluruhan, ada 2.000 orang lebih. Adanya rencana pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS disambut baik Pemkab Lahat. “Mudah-mudahan bisa terealisasi. Terutama untuk PNS guru dan tenaga kesehatan di daerah terpencil dan terdalam,” tandasnya.

Di Muratara, ada 237 tenaga honorer K2. Terdiri dari 207 tenaga pengajar dan 30 tenaga adminitrasi. Mereka warisan dari pemekaran kabupaten Mura. “Tapi kami belum dapat informasi resmi soal rencana pengangkatan itu,” imbuh Kepala BKP-SDM Muratara, Sudartoni.

Setelah ada kepastian, pihaknya akan menyosialisasikan informasi itu secara luas karena memang pengangkatan menjadi CPNS ini sudah ditunggu semua honorer, khususnya K2. “Alhamdulillah kalau memang akan diangkat, semoga bisa terlaksana,” kata Hasan, guru honorer K2 yang mengaja di wilayah Karang Jaya.

Kepala BKPSDM Empat Lawang, Januarsyah, mengaku belum dapat informasi tentang rencana pengangkatan honorer. “Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak Kemendagri, bisa dipastikan 2018 ini ada penerimaan PNS. Namun kepastian dan petunjuk teknis masih digodok oleh pemerintah pusat,” katanya.

Pihaknya sudah mengusulkan 500 formasi CPNS ke pusat, didominasi guru dan kesehatan sesuai kebutuhan daerah. “Biasanya, yang disetujui 200-300 orang,” jelasnya. Penerimaan PNS juga akan disesuaikan dengan kesanggupan anggaran untuk gaji pegawai.

“Empat Lawang sudah memenuhi syarat belanja pegawai masih dibawah 30 persen, tepatnya 29 persen,” tukasnya. Honorer K2 di PALI juga berharap banyak bisa diangkat menjadi CPNS. “Jumlah guru K2 ada 135 orang. Satu telah meninggal, dua lainnya pindah tugas. Jadi tersisa 132 orang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik PALI, Kamriadi SPd MSi.

Selama ini, gaji guru honorer K2 itu diambil dari dana BOS, plus uang transport yang diberikan Pemkab PALI untuk semua tenaga kerja sukarela (TKS) hingga K2.

“Alokasi gaji dari dana BOS, nominalnya tergantung kemampuan sekolah,” jelasnya.

Abdul Rahman, guru honorer K2 di Kecamatan Tanah Abang berharap pemerintah pusat berkomitmen mengangkat mereka menjadi CPNS. “Sudah beberapa kali batal, banyak sekali syarat yang harus dipenuhi. Hendaknya diprioritaskan saja dari segi umur karena kami ini sudah puluhan tahun mengabdi,” tandasnya.

Di Muba, tenaga honorer yang ada rata-rata telah mengabdi 13-20 tahun lamanya. Jumlah K2 ada 523 orang. Rinciannya, K2 teknis 212 orang, guru 295 orang dan tenaga kesehatan 16 orang.
Mirisnya, gaji mereka hanya sekitar Rp1 juta. Itu pun dibayar tiga bulan sekali. “Pemberian gaji ini sangat jauh dari ketentuan UMK yang berlaku,” kata Hasbullah SPd, Ketua Forum Honorer K2 Muba.
Padahal, mereka yang jadi guru honorer telah ikut mencerdaskan generasi muda Muba. “Karena itu kami mendesak tenaga honorer yang ada ini segera diangkat jadi PNS,” tegasnya. Bahkan, bila ada penerimaan CPNS tahun ini, harapannya honore K2 bisa diprioritaskan.
Ketua PGRI Muba, Indra Parasad, mengatakan, terjadi kekurangan 700 guru di Muba saat ini. Jumlah yang ada 10.194 orang, mengajar di jenjang SD, SMP, serta SMA sekarang ini. Guru PNS sekitar 4.000 orang lebih dan sisanya berstatus honorer.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, pihaknya terus berupaya mengajukan pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS kepada pemerintah pusat. “Kami terus memperjuangkan nasib tenaga honorer K2 yang ada di Muba saat ini,” tukasnya. (fad/uni/sal/gti/cj13/ebi//eno/yud/tha/ce1)
Sumber:  sumeks.co.id

loading...

0 Response to "PAGE 3 DATA ULANG HONORER K2"

Posting Komentar