PAGE 3 Tidak Seindah Drama, Inilah 7 Kerasnya Sistem Pendidikan di Korea

5. Hukuman fisik yang keras masih berlaku
 
Tidak Seindah Drama, Inilah 7 Kerasnya Sistem Pendidikan di Korea

Kalau di Indonesia guru memukul siswa, maka guru itu akan dituntut. Hal tersebut berbanding terbalik dengan di Korea. Sistem pendidikan Korea masih diberlakukan cara pendisiplinan secara fisik di ruang kelas sekolah. Jadi kamu akan terbiasa melihat guru yang memukul siswanya yang nakal.

Namun belakangan sudah ada kabar kalau akan diberlakukan pemantauan yang ketat buat mencegah terjadinya kekerasan guru ke siswa dan pelanggaran HAM.
 
6. Pentingnya ujian masuk universitas
 
Tidak Seindah Drama, Inilah 7 Kerasnya Sistem Pendidikan di Korea
 
Penilaian masuk universitas ialah kombinasi dari pencapaian selama masa SMA digabungkan dengan nilai waktu tes skolastik secara nasional (Su-Neung). Rapor waktu SMA menyumbang 40% dalam penentuan kelulusan.

Tahu gak sih, karena terlalu pentingnya tes masuk universitas, waktu masa-masa mendekati ujian, perkantoran buka jam 10 pagi buat mengakomodasi para orang tua yang menemani anaknya belajar sampai malam. Pada sore harinya, tempat-tempat rekreasi banyak yang tutup lebih awal agar siswa bisa belajar di sore harinya. Di hari ujian, polisi-polisi nggak segan buat membantu mengantar pelajar yang terlambat mengikuti ujian.

7. Wajib mengikuti bimbel
 
Tidak Seindah Drama, Inilah 7 Kerasnya Sistem Pendidikan di Korea

Walaupun sudah belajar 16 jam disekolah, tapi para pelajar korea masih harus belajar lagi. Kalau kamu pelajar Korea Selatan dan nggak ikut bimbel = ANEH! Para pelajar juga harus mengikuti Hagwon (bimbingan belajar) yang dimulai sepulang sekolah! Jadi buat murid SMA harus pulang ke rumah sekitar tengah malam.
loading...

0 Response to "PAGE 3 Tidak Seindah Drama, Inilah 7 Kerasnya Sistem Pendidikan di Korea"

Posting Komentar