PAGE 5 Gaji PNS Akan Dipotong untuk Zakat

Di Kotamobagu, Sulawesi Utara, berbagai inovasi juga terus dikembangkan pemerintah kota setempat agar dana zakat yang terhimpun bisa besar. Langkah pemkot antara lain dengan membuka zakat online.

Ketua Baznas Kotamobagu Rusdin Bonde usdin menjelaskan, program zakat online memberikan banyak kemudahan bagi wajib zakat ada di wilayah ini. 



“Nantinya setelah menyetorkan zakat, setiap penyetor akan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ). NPWZ ini dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak (PKP) sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Penghasilan,” terangnya.

Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan mengungkapkan, Kota  Kotamobagu merupakan daerah pertama se-Sulut yang mencanangkan Gerakan Kebangkitan Zakat.  

“Kotamobagu punya andil cukup besar dalam menerapkan pencanangan Gerakan Kebangkitan Zakat di Sulut. Ini tidak lepas dukungan dari pemerintah kota dan kepala daerahnya,” sebut Abid.

Walikota Tatong Bara juga berharap, lewat Gerakan Kebangkitan Zakat dapat memberikan manfaat kepada penerima zakat yang ada di Kotamobagu. Dengan memberikan zakat, masyarakat turut membantu sesama saudara-saudara kita yang membutuhkan. 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag M Fuad Nasar menjelaskan pertumbuhan perzakatan nasional sepanjang 2017 mengalami tren positif. 

Akumulasi rata-rata pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) secara nasional pada Baznas pusat, Baznas provinsi, Baznas kabupaten/kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) naik sebesar 20% dari tahun 2016.  

“Pembayaran lewat layanan digital mencapai 30 persen dari keseluruhan penerimaan zakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan zakat melampaui angka pertumbuhan ekonomi di negara kita saat ini,” ujarnya. (Iskandar Zulkarnain Ahmad/Priyo Setyawan/Hakim)
loading...

0 Response to "PAGE 5 Gaji PNS Akan Dipotong untuk Zakat"

Posting Komentar