Mendikbud Pastikan Sistem Zonasi Dalam PPDB Dilanjutkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi akan melanjutkan sistem zonasi yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sistem zonasi akan diterapkan kembali pada tahun ajaran 2018/2019. Bahkan zonasi tidak hanya diterapkan pada siswa namun juga guru dan tenaga pengajar.



Menurutnya, sistem zonasi tidak hanya siswa saja namun tenaga pengajar juga harus disesuaikan. Anak-anak harus bisa sekolah yang dekat.

“Itu (anak harus sekolah dekat) yang harus diutamakan,” jelas Muhadjir di Yogyakarta, Selasa (3/4/2018).

Dalam sistem penerimaan siswa baru, sambung Muhadjir, sekolah harus memprioritaskan pada anak-anak di sekitar sekolah. Setelah terisi, baru beberapa persennya diperuntukkan bagi siswa jauh.

Ia menambahkan, nilai tidak menjadi faktor utama dalam penerimaan siswa baru dan hanya dijadikan pertimbangan saja. Sehingga radius terdekat antara sekolah dengan rumah yang terdekat yang harus diprioritaskan.

Sebelumnya, sistem zonasi dalam PPDB menuai sejumlah masalah di lapangan. Ketiadaan sekolah negeri di kecamatan memaksa siswa untuk menyebrang ke sekolah kecamatan tetangga. Padahal, ketentuan PPDB Online hanya menyisakan kuota sebanyak 5% untuk siswa dari luar kecamatan.

Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak tertampung dan harus bersekolah jauh dari tempat tinggal, atau memilih opsi sekolah swasta. Masalah ini yang kemudian dikeluhkan FSGI terhadap sistem zonasi yang terkesan tanpa persiapan. (sus)
loading...

0 Response to "Mendikbud Pastikan Sistem Zonasi Dalam PPDB Dilanjutkan"

Posting Komentar